WELCOME TO ILHAM745.BLOGSPOT.COM

TEMUKAN BANYAK PENGETAHUAN DI BLOG INI. HAVE FUN :D

WELCOME TO ILHAM745.BLOGSPOT.COM

TEMUKAN BANYAK PENGETAHUAN DI BLOG INI. HAVE FUN :D

WELCOME TO ILHAM745.BLOGSPOT.COM

TEMUKAN BANYAK PENGETAHUAN DI BLOG INI. HAVE FUN :D

WELCOME TO ILHAM745.BLOGSPOT.COM

TEMUKAN BANYAK PENGETAHUAN DI BLOG INI. HAVE FUN :D

WELCOME TO ILHAM745.BLOGSPOT.COM

TEMUKAN BANYAK PENGETAHUAN DI BLOG INI. HAVE FUN :D

Minggu, 22 Mei 2016

Cara meng-Install Ubuntu Server 12.04.2 LTS.

Sobat, kali ini kita akan membahas tentang bagaimanakah Cara meng-Install Ubuntu Server 12.04.2 LTS.
Ubuntu Server merupakan distro linux yang banyak digunakan untuk membuat server dengan mudah. Sebelum memulai proses penginstalan Ubuntu Server 12.04.2 LTS. Kita download terlebih dahulu master ISO nya di :
http://www.ubuntu.com/download/server

Download Ubuntu Server 12.04.2 LTS

Kenapa memilih lebih memilih untuk Install Ubuntu Server 12.04.2 LTS dibanding Ubuntu Server 12.10?
Jawabannya adalah karena Ubuntu Server 12.04.2 LTS memiliki support (dukungan teknis) yang lebih lama (5 tahun). :D
OK, setelah selesai downloadnya, langsung burning image iso tersebut ke dalam kepingan CD (Compact Disc).
Dan Setting BIOS Anda agar komputer booting pertama kali menggunakan CD-ROM tersebut.

Booting Ubuntu 12.04.2 LTS

  • Silahkan pilih “English” dan tekan enter

Install Ubuntu Server 12.04.2 LTS

  • Muncul “Welcome Screen” Ubuntu Server 12.04.2 LTS. Tekan Enter untuk melanjutkan proses.

Select English Languages

  • OK, berikutnya pilih “English” saja ya. Sekalian belajar bahasa Inggris-lah biar lebih advance :D

Country Area Other

  • Selanjutnya kita pilih Location “Other” karena opsi negara-negara Asia ada disana. :D

Location Asia

  • Pilih “Asia” saja ya. :D

Indonesia

  • Selanjutnya pilih “Indonesia” untuk mendapatkan pilihan “Jakarta” dll.

Locales US UTF-8

  • Untuk Locales >> Pilih United States – en_US.UTF-8.

Configure Keyboard English

  • Configure Keyboard pilih “English (US)”.

Detect Keyboard Layout No

  • Detect Keyboard Layout? Pilih “No”

 Loading Additional Component

  •  Tunggu proses “Loading additional component” selesai. :D

Configuring DHCP Failed

  • Ketika proses “loading additional component” selesai. Maka system akan otomatis mendeteksi network dengan DHCP. Jika network/jaringan Anda tidak menggunakan DHCP, maka akan muncul pesan gagal seperti diatas. Lanjutkan ke langkah berikutnya. :D

Configuring Network Manually

  • Pilih Configure Network Manually untuk mengisi IP address, netmask, dan gateway secara manual.

Insert IP Address

  • Isikan IP Address sesuai dengan network Anda. Jangan sampai salah mengalokasikan IP Address !!!

Insert Netmask

  • Isikan Netmask sesuai dengan alokasi client yg akan Anda tangani.

Insert Gateway

  • Pada kolom Gateway. Isikan Gateway sesuai dengan network Anda.

Insert DNS

  • Isikan DNS Server (Name Server) sesuai dengan jaringan Anda.

Insert hostname

  • Isikan hostname. Terserah sesuai keinginan Anda. Pada praktek kali ini saya isi dengan “proxy-ubuntu”.

Insert Domain Name

  • Gunakan domain name jika Anda sudah mempunyai. Misalkan tidak punya, silahkan isi terserah.

Insert Fullname of New User

  • Isikan Full Name untuk user baru yang akan kita buat. Nantinya ini diperlukan untuk login pertama kali. Setelah itu kita akan merubah password rootnya.

Inser full name for new account

  • Isikan username untuk akun baru selain root.

Insert password again

  • Isikan password untuk akun baru kita dan ulangi sekali lagi untuk verifikasi.

Use weak password yes

  • Jika ada notifikasi “Use Weak Password”, abaikan saja. Karena kita hanya memerlukan login sebagai user selain root ini sekali saja. Selanjutnya nanti kita akan menggunakan root untuk mengelola server.

Encrypt home directory no

  • Ada opsi untuk meng-enkripsi home directory, abaikan saja dan pilih “No”. Namun jika Anda ingin meng-enkripsinya silahkan pilih “Yes”.

Time zone Jakarta

  • Lanjutkan dengan memilih Time Zone “Jakarta”.

Guided use LVM partitions

  • Partisi hardisk. Jika Anda bingung karena baru memulai. Silahkan pilih “Guided – use entire disk and setup LVM” untuk lebih mudahnya. Semua akan diatur sepenuhnya oleh sistem. :D

Select Disk

  • Select Disk yg akan di partisi dan tekan Enter untuk melanjutkan.

Write changes yes

  • Write the changes to disks and configure LVM. Pilih “Yes”.

Write changes partitions yes

  • Sebelum pilihan “write changes to disk”. Ada pilihan jumlah besaran HDD yang akan dipartisi. Pilih “Continue” saja dan kemudian “Yes” untuk “write changes to disk”.

Installing base system

  • Installing the base system. Silahkan tunggu hingga selesai :D

Configuring proxy no

  • Ada opsi untuk mengisikan proxy. Kosongkan saja jika memang tidak ada dan pilih Continue.

No automatic updates

  • Untuk Configuring Tasksel. Pilih “No Automatic Updates”. Jika server Anda memiliki alokasi bandwidth yg besar. Silahkan, boleh memilih Install security updates automatically. :D

Selanjutnya pemilihan Paket-paket aplikasi server yang akan di install. Silahkan dipilih sesuai kebutuhan. Jika Anda menginginkan konfigurasi server paling minimal (misalkan untuk proxy server saja). Maka pilih Opsi “OpenSSH Server” saja. Selanjutnya pengaturan konfigurasi server akan kita “remote” melalui SSH.

Install software

  • Proses penginstallan paket-paket aplikasi Ubuntu Server 12.04.2 LTS sedang berjalan. Silahkan, bisa disambi ngemil / minum kopi dulu. Lama proses penginstalan bergantung pada spesifikasi server Anda. Semakin tinggi spek-nya maka akan semakin cepat selesai :D

Install GRUB bootloader

  • Alhamdulillah, prosesnya sudah selesai. Langkah terakhir kita menginstall Bootloader (GRUB). Mudah sekali kok. Pilih “Yes” saja untuk melanjutkan… hehehehhe…. :D

Installation Complete Reboot

Saatnya Reboot dan siapkan “Putty” atau “WinSCP” untuk konfigurasi selanjutnya

:D

Sumber : http://brianrahimsyah.com/cara-install-ubuntu-server-12-04-2-lts

Penjelasan dan Teknik Subnetting



Subnetting adalah proses memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan yang lebih kecil yang disebut "subnet." Setiap subnet deskripsi non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya jaringan beralih dari host yang mengandung satu router -router dalam jaringan multi).
Mengapa harus melakukan subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  • Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  • Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 10.0.0.0/16.

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
2. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.

 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
>> Contoh network address 172.16.0.0/18
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
>> Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
3. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS192.168.1.0/26

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa :
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan :
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Sumber : http://www.javanetmedia.com/2015/06/subnetting-pada-jaringan-komputer.html

Setting DHCP dan DNS di Cisco Packet Tracer

Disini saya akan mengaktifkan service DNS Server (Domain Name System), DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), Mail  dan Web Server pada Cisco Packet Tracer 6.2SV. Untuk mengaktifkan service - service tadi, sobat bisa mengikuti langkah - langkah berikut :

1. Buat jaringan seperti gambar berikut pada Cisco Packet Tracer.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
2. Klik pada Server0, pada menu Desktop -> IP Configuration, sobat bisa mengisi seperti gambar berikut:
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
3. Masih di Server0, pilih menu DHCP, jika sudah di isi, lalu klik Save.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer

Untuk Gateway bisa sesuaikan dengan keinginan sobat.
Untuk DNS Server, isi menggunakan IP Server.
Start IP Address merupakan IP Awal yang digunakan pada Client
Maximum number of users = maksimal Client sejumlah 512.

4. Pada IP Configuration di PC0, yang asalnya Static ubah menjadi DHCP.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Jika bertuliskan "DHCP request successful" maka terkonfigurasi dengan benar.
5. Pada IP Configuration di PC1, yang asalnya Static ubah menjadi DHCP.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Jika bertuliskan "DHCP request successful" maka terkonfigurasi dengan benar.
6. Jika semua titik sudah hijau dan IP sudah di pasangkan dengan benar, cobat bisa mengtes seperti gambar berikut 
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Jika semua Successful maka semua sudah tersambung.
7. Klik Server0, pada menu Services -> DNS. isi sesuai keinginan, jika sudah klik Add.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Isikan Name dengan domain yang sobat inginkan.
Gunakan Type : A Record (Address)
Untuk Address isikan dengan IP DNS
8. Dan ini hasil uji ping pada client.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Ujicoba ping pada PC0
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Ujicoba ping pada PC1
9. Untuk mengaktifkan Service Email, klik pada Server -> Services -> Email. Seperti gambar berikut:
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
1. Untuk Domain Name isikan sesuai keinginan sobat, tanpa www.
2. Jika sudah klik Set (agar domain tersimpan).
3. Isi User dan Password (untuk PC yang mau didaftarkan)
4. Jika sudah klik tanda + (add)
10. Gambar berikut merupakan tampilan Konfigurasi Mail pada PC0. Jika sudah di isi, klik Save.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Email Address bisa diisi bebas, dengan domain yang sudah di buat tadi.
Untuk Incoming dan Outgoing gunakan IP Server.
Untuk User Name dan Password sesuaikan dengan yang telah dibuat.
11. Gambar berikut merupakan tampilan Konfigurasi Mail pada PC1. Jika sudah di isi, klik Save.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Email Address bisa diisi bebas, dengan domain yang sudah di buat tadi.
Untuk Incoming dan Outgoing gunakan IP Server.
Untuk User Name dan Password sesuaikan dengan yang telah dibuat.
12. Setelah itu klik Compose (Pada Mail Browser di PC1).
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
13. Pada Compose Mail, untuk penerimanya sobat bisa isi sesuai yang telah di buat. Jika sudah klik Send.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
14.  Pada Mail Browser di bagian Recive, jika seperti gambar berikut maka sudah terkonfigurasi dengan benar.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
15. Dan untuk Web Server sobat bisa mengklik Server0 -> Service -> HTTP. Setelah itu sobat klik (edit) pada bagian index.html.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
16. Jika sobat sudah mengedit sesuai keinginan. Setelah itu klik Save, lalu Yes.
Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
17. Jika hasilnya sesuai yang sobat inginkan, maka sobat berhasil.
 
 Konfigurasi DNS, DHCP, MAIL dan WEB Server pada Cisco Packet Tracer
Sumber : http://www.rusmanablog.web.id/2015/11/konfigurasi-dns-dhcp-mail-dan-web-server-pada-cisco-packet-tracer.html

pasang

Followers

Translate